Jenis-Jenis Blockchain

jenis jenis blockchain

Blockchain ternyata punya beberapa jenis, loh! Dan masing-masing punya kelebihan serta peruntukan yang berbeda tergantung dari kebutuhan pengguna atau industri. Yuk, kita bahas satu per satu supaya kamu bisa lebih paham dan tahu mana yang cocok untuk keperluan tertentu.

Blockchain Publik

Ini adalah jenis blockchain yang paling terkenal dan banyak digunakan, contohnya Bitcoin dan Ethereum. Blockchain publik bersifat terbuka untuk siapa saja. Artinya, siapa pun bisa bergabung sebagai node, melihat transaksi, dan bahkan ikut dalam proses validasi transaksi (mining atau staking).

Keunggulan dari blockchain publik:

  • Transparan, karena semua data bisa dilihat siapa pun.

  • Terdesentralisasi penuh, tanpa otoritas pusat.

  • Aman, karena jaringannya besar dan sulit diserang.

Tapi, kelemahannya juga ada:

  • Lebih lambat karena skalabilitasnya terbatas.

  • Biaya transaksi bisa mahal, terutama saat jaringan padat.

Blockchain Privat

Berbeda dengan publik, blockchain privat hanya bisa diakses oleh pihak-pihak tertentu yang sudah diberi izin. Cocok digunakan oleh perusahaan atau organisasi yang membutuhkan kontrol penuh atas data dan akses.

Contoh penggunaan:

  • Sistem keuangan internal perusahaan.

  • Manajemen data pasien di rumah sakit.

Keuntungannya:

  • Lebih cepat dan hemat energi.

  • Privasi lebih terjaga.

Namun:

  • Kurang terdesentralisasi.

  • Kurang transparan karena tidak bisa diakses publik.

Blockchain Konsorsium

Gabungan dari publik dan privat. Blockchain ini dikelola oleh sekelompok organisasi atau institusi, bukan hanya satu pihak (privat) atau terbuka untuk umum (publik).

Kegunaan utamanya:

  • Kolaborasi antar perusahaan dalam industri yang sama, seperti perbankan atau logistik.

Blockchain konsorsium memberikan:

  • Kontrol terbatas tapi tetap ada desentralisasi.

  • Efisiensi tinggi dan lebih aman dari serangan luar.

Blockchain Hybrid

Jenis ini memadukan keunggulan dari blockchain publik dan privat secara fleksibel. Pengguna dapat menentukan mana data yang bisa diakses publik, dan mana yang bersifat pribadi.

Misalnya, dalam industri properti:

  • Data legal properti bisa dibuat publik.

  • Informasi pribadi pembeli tetap dirahasiakan.

Dengan hybrid, banyak industri bisa lebih fleksibel mengatur privasi dan transparansi sesuai kebutuhan.


Perbedaan Blockchain dengan Database Tradisional

Mungkin kamu bertanya, “Lah, bukankah blockchain itu seperti database biasa?” Hmm, tidak juga. Walaupun keduanya menyimpan data, cara kerjanya sangat berbeda. Ini seperti membandingkan smartphone dengan telepon kabel. Sama-sama untuk komunikasi, tapi teknologinya beda jauh.

Fitur Blockchain Database Tradisional
Arsitektur Terdesentralisasi Terpusat
Akses Data Transparan dan publik (atau semi publik) Tertutup (akses terbatas)
Keamanan Terenkripsi, tidak bisa diubah Bisa dimodifikasi
Konsistensi Data Diatur dengan konsensus Diatur oleh admin database
Kecepatan Lebih lambat Lebih cepat
Skalabilitas Masih jadi tantangan Sudah matang dan teruji

Blockchain lebih aman dan tidak mudah dimanipulasi karena setiap perubahan butuh persetujuan dari banyak pihak. Sedangkan database tradisional bisa lebih cepat, tapi keamanannya tergantung satu admin atau sistem pusat saja. Jadi, tergantung kebutuhan—pilih yang sesuai.


Manfaat Teknologi Blockchain

Kalau kamu masih bingung kenapa banyak orang ribut soal blockchain, mari kita kupas manfaat nyatanya. Teknologi ini nggak cuma keren di atas kertas—dia benar-benar bisa mengubah cara dunia bekerja.

Keamanan Data yang Lebih Baik

Karena data di blockchain terenkripsi dan tersebar di banyak komputer (node), sangat sulit untuk diretas atau dimanipulasi. Setiap perubahan akan terekam dan tidak bisa dihapus. Ini membuat blockchain ideal untuk menyimpan data penting, seperti identitas digital, catatan medis, dan data keuangan.

Transparansi Tanpa Perantara

Dengan blockchain, kamu bisa melihat alur transaksi secara terbuka tanpa perlu mempercayai satu pihak tertentu. Ini memotong kebutuhan akan perantara seperti bank, notaris, atau lembaga pemeriksa. Hasilnya? Biaya lebih murah dan proses lebih cepat.

Efisiensi dan Kecepatan

Proses manual seperti pencatatan, verifikasi dokumen, atau pengiriman uang internasional bisa makan waktu dan biaya. Dengan blockchain, semuanya otomatis dan terjadi dalam hitungan detik atau menit, bukan hari.

Beberapa manfaat lainnya:

  • Audit lebih mudah.

  • Mengurangi korupsi dan kecurangan.

  • Mempercepat transaksi lintas negara.

Table of Contents